Tuesday, November 24, 2015

Filled Under: , , ,

MENGENAL KANDUNGAN SUSU DAN PROSES PEMBUATANYA UNTUK MENDAPAT MANFAATNYA



Pada prinsipnya, jenis jenis susu di landasi oleh
Proses produksi dan kandungan lemaknya.
Berikut penjelasanya.

Kandungan Lemak
Susu Murni
Sesuai namanya, susu murni adalah susu dengan kandungan paling naturan, dalam artian tak ada penambahan atau pengurangan zat lain di dalamnya, susu murni terbagi menjadi dua jenis, yaitu whole standardized milk yang memiliki kandungan standar susu murni dengan kandungan lemak minimal 3,5 persen dan whole homogenized milk dengan kandungan lemak dan nutrisi yang sama, namun mengalami proses homogenisasi.

minum susu

Proses homogenisasi adalah pemecahan gelembung  gelembung lemak dalam susu. Ini membuat lemak menyebar secara rata di seluruh susu sehingga tak ada lapisan krim yang mengumpal di atas permukaan susu.

Susu Skim
Pada susu skim, hampir semua kandungan lemak di hilangakan, sehingga lemak dalam susu jenis ini sekitar 0-0,5 persen. Seiring dengan kadar lemak yang hilang, otomatis kalori dan kadar vitamin larut lemak, terutam avitamin A, turut berkurang. Pilihan ini tentu ideal  bagi mereka yang menjalani  diet rendah lemak dan kalori.

Namun atas alasan tersebut pula, anak berusia di bawah 5 tahun yang masih membutuhkan energy ekstra untuk pertumbuhan, tidak di perkenankan mengonsumsi susu skim. Susu skim memiliki penampilan yang lebih encer dan rasanya tidak terlalu gurih.

Susu Dengan Tambahan Rasa
Flavoured milk diproduksi dengan mengurangi kandungan lemaknya hingga tinggal 1 persen. Namun, jika di bandingkan dengan susu konvensional. Ia memiliki kandungan gula yang lebih banyak.

Meski demikian, kandungan gulanya tentu tetap di bawah jajanan bergula pada umumnya. Aneka rasa yang di berikan pada susu memang membuat anak anak maupun orang dewasa lebih tertarik dan senang  mengonsumsinya.

Proses Pembuatan
Ultra Heat Treated
Susu UHT alias Ultra Heat Treated adalah susu yang telah menjalani proses pemanasan. Susu akan dipanaskan dalam suhu 135 derajat celcius untuk membunuh bakteri jahat yang terkandung dalam susu. Lebih lanjut, susu akan di bungkus dalam kemasan yang juga telah menempuh proses strerilisasi.

Proses pemanasan dan pengemasan yang demikian, membuat suhu UHT dapat di simpat dan tahan lama. Susu jenis ini juga tersedia dalam bentuk whole milk dan skimmed milk.

Pasteurisasi
Ini adalah proses pemanasan yang paling popular. Susu pasteurisasi artinya susu tersebut telah melewati proses pemanasan untuk membunuh bakteri berbahaya tanpa memengaruhi nilai gizi atau rasa susu secara siknifikan. Proses pemanasan di suhu 71,7 derajat celcius selama 15-25 detik ini juga di kenal sebagai High temperature short time (HTST)

Setelah itu, susu dingin di masukan pada alat penukar panas, lalu di dinginkan dengan cepat pada suhu 6 derajad celcius menggunakan air dingin. Proses ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas susu.

Evaporasi
Saat melewati proses evaporasi alias penguapan sus di sterilkan dengan terkonsentrasi dua kali lipat dari susu konvensional. Proses produksi susu jenis ini meliputi standardisasi, pemanasan, dan penguapan pada suhu  60-65 derajat celcius.

Setelah melalui proses penguapan, susu di homogenkan dan di dinginkan. Susu evaporasi kemudian di tuang dalam kaleng dan disegel, lalu disterilkan kembali. Susu ini memiliki warna dan rasa yang sangat kas, laiknya telah melalu proses pemanasan.
 
pembuatan susu
Add caption
Susu Kental Manis
Keseluruhan prosesnya tak berbeda jauh dengan ssusu evaporasi, namun dalam condensed milk alias susu kental manis, kamdungan susu di beri tambahan gula. Susu ini tidak melewati proses sterilisasi melainkan di awetkan dengan konsentrasi gula yang tinggi.

Lebih lanjut, susu akan di panaskan  pada suhu 110-115 derajad celcius selama satu hungga dua menit kemudian di tambahkan gula dan di evaporasi pada suhu 55-60derajad celcius.

Susu Bubuk
Susu bubuk di hasilkan dengan proses penguapan air dari susu dengan menggunakan panas. Pada umumnya, susu menempuh proses spray drying, kemudian di masukan kedalam ruang yang di aliri udara panas. Air kemudian langsung menguap dan tetesan setiap susu jatuh sebagai bubukan.

Proses kedua adalah roller drying yaitu menyebarkan susu terkonsentrasi pada rol yang dipanaskan. Air akan menguap dengan cepat dan meninggalkan lapisan tipis berupa bubuk yang kemudian di kerok dari rol.

Susu bubuk semua mengandung nutrisi dari susu. Kecuali vitamin C, thiamin, dan vitamin B12. Jika di simpan dengan benar, susu bubuk bisa di simpan sampai satu tahun.








                                                   =SEKIAN DAN TERIMAKASIH=



0 komentar:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung di blog ini,berkomentarlah dengan sopan.