Thursday, November 26, 2015

Filled Under: , ,

MENGATASI KELUHAN WANITA KALA HAID AGAR TETAP FIT



Menjaga produksi sel darah merah ternyata
 Salah satu kunci penting agar terbebas dari
Nyeri haid.

MENTRUASI


Rasa nyeri yang datang ketika haid memang bukan main mengganggu. Apabila anda sedang di hadapkan dengan serentetan aktivitas yang tak bisa di tinggalkan. Jangankan beraktivitas secara maksimal, krluhan keluhan seperti badan lemas, sulit konsentrasi, hingga ketidakstabilan emosi justru membuat  produktivitas merosot tajam.

Mentruasi atau yang lazim disebut haid merupakan siklus bulanan wanita yang terjadi akibat perubahan fisiologis di dalam tubuh. Siklus ini ditandainya oleh keluarnya darah dari rahim akibat luruhnya laisan dinding rahim bagian dalam alias endometrium. Itu adalah bagian tubuh yang banyak mengandung pembuluh darah.

Lebih lanjut,, jumblah rata rata darah dan cairan yang di keluarkan saat haid adalah 35-50 mililiter. Pada khasus wanita yang mengalami hypomenorrhea, jumblah cairan yang di keluarkan hanya 10 mililiter, sedangkan pada yang mengalami hypermenorrhea cairan mencapai 80 mililiter.

Kurang Zat Besi
Hilangnya  pasokan  sel darah merah saat haid berdampak pula pada penurunan kadar zat besi dalam tubuh wanita. Pasalnya,, zat besi terdapat pada hemoglobin yang berada dalam sel darah merah, saat terjadi peluruhan dinding rahim, otomatis zat besi pun ikut terlepaskan dari tubuh. Pada setiap tiga puluh cc darah dan cairan saat haid, maka 135 ribu juta sel darah merah dan tiga puluh milligram zat besi ikut hilang.

Padahal berdasarkan angka kecukupan Gizi, jumblah zat besi yang di butuhkan oleh wanita dalam rentan usia 19-49 tahun adalah sebanya 26mg setiap hari. Fungsi revroduksi  merupakan alasan yang membuat angka tersebut jauh berada di atas angka kebutuhan zat besi pada pria di rentan usia yang sama, yaitu hanya 19mg per hari.

Meski angka kecukupan zat besi dalam tubuh terhitung kecil, kehilangan zat besi justru bisa berdampak besar pada kesetabilan tubuh. Pasalnya, zat besi merupakan nutrien asensial. Ia diperlukan sebagai ko-enzim dalam reaksi redoks alias reduksi  oksidasi  di dalam sel. Prinsipnya, sel darah tak akan bisa membawa oksigen jika tak memiliki zat besi. Ketidak lancaran predaran oksigen lebih lanjut membuat proses metabolism tubuh pun terganggu. Tak hanya sampai disitu, zat besi pun berperan dalam pembentukan asam amino, kolagen, hormone dan neurotransmitter.

Sehingga saat terjadi kekurangan, selain proses peredaran oksigen dalam tubuh tak optimal, tubuh nerasa kelelahan, dan kinerja fisik terganggu, ia pun bisa memengaruhi aspek emosi. Akibatnya, saat kekurangan zat besi wanita mudah mengalami perubahan suasana hati dan lebih sensitive. Ini bisa berdampak pada anemia.

Tangkal PMS
Kecendrungan wanita yang ingin selalu menjaga bentuk tubuh membuat mereka membatasi asupan makanan dengan tak tepat. Terlepas dari fungsi reproduksi yang membuat wanit mengeluarkan zat besi lebih banyak semasa haid. Keinginan menjaga bentuk tubuh tanpa memerhatikan asupan gizi ditengarai sebagai salah satu alasan wanita lebih rentan mengalami defisiensi zat besi. Padahal, di samping menjaga kelancaran metabolism, mencukupi asupan zat besi per hari pun bisa mengurangi risiko terkena pre-menstrual syndrome(PMS)

Para peneliti dari university of Massachusetts Amherst school of public health menemuakan fakta baru terkait konsumsi zat besi selama siklus haid. Penelitian yang di publikasikan American journal of epidemiology ini di ikuti oleh 3.000 wanita. Dari seluruh populasi tersebut, di temukan sebanyak 1.057 wanita menderita PMS sementara sisanya tidak.

Hasil penelitian menunjukan bahwa wanita dengan konsumsi zat besi non-heme atau bisa di dapat dari protein nabati mengalami penurunan risiko PMS sebesar 30-40 persen jika mereka mengonsumsi lebih dari 20mg zat besi perhari.

Dengan demikian, disarankan wanit untuk memerhatikan asupan nutrisi dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi agar defisiensi dapat dicegah. Khususnya saat memasukan siklus haid. Perbanyak juga konsumsi asam folat yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah. Pasalnya,  pada masa ini wanita kehilangan banyak zat besi.

Diet 3J
Lalu, pola makan seperti apa yang di anjurkan untuk wanita agar terhindar dari keluhan PMS. Ada tiga kunci yang harus dipatuhi yaitu jumblah, jenis, jadwal. Perhatikan jumblah kalori yang dikonsumsi, itu harus sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan. Kemudian, pilih juga jenis makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Itu harus bervareasi sesuai dengan piramida makanan. Terakhir adalah jadwal, makan harus tetap tiga hari sekali dan di selingi tiga kali snack.

Jenis makanan yang dianjurkan adalah 3-4 porsi padi-padian, 3-4 porsi sayuran, 2-3 porsi buah buahan,2-4 porsi bahan makanan sumber hewani dan nabati. Dengan kata lain, sumber kalori dari karbohidrat sekitar55-60 persen dari total kalori. Sementara protein sebanyak 10-15 persen, lemak sebanyak 20-25 persen, dan serat sebanyak 25-30 persen.

Disamping itu , batasi konsumsi gula dengan hanya konsumsi empat sendok makan perhari, minyak sebanyak lima sendok makan, dan garam sebanyak satu sendok makan. Terakhir, imbangi dengan air putih yang banyak.







                                               =SEKIAN DAN TERIMAKASIH=




0 komentar:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung di blog ini,berkomentarlah dengan sopan.