Monday, February 8, 2016

Filled Under: ,

Mengenal Gejala Stroke Mata Dan Cara Mencegahnya



Stroke adalah penyakit gangguan peredaran darah di otak. Banyak yang belum mengetahui kalau stroke dapat terjadi di mata. Stroke mata sangat berbahaya sebab bisa menimbulkan kebutaan. Penyakit ini bisa menyerang usia muda. Pencegahan dapat di lakukan dengan menghindari faktor  pencetusnya.

CARA MENCEGAH STROKE MATA

Stroke mata terjadi karena tersumbatnya pembulu darah pada retina. Mata termasuk organ tubuh di mana pembulu darahnya paling awal berisiko terkena sumbatan. Alasanya, pembulu darah pada mata lebih kecil di banding organ tubuh lainya. Penyumbatan pembulu darah pada retina bisa terjadi pada pembulu alteri (pembulu yang di aliri darah dari jantung ke mata) dan pembulu vena (pembulu darah yang di aliri darah dari mata ke jantung).

Stroke secara awam bisa di analogikan seperti pipa di aliri air. Jika aliran air dalam pipa tersumbat, air bisa mengumpul lalu pipa mengembung hingga akhirnya pecah. Jika pembulu pecah, darah tumpah pada retina sehingga mengakibatkan pengelihatan menjadi gelap, jelas dr. Referano sepesialis mata.

Sumbatan pada pembulu vena terdapat dua jenis, Yaitu CRVO ( Central Retinal vein Occlusion) dan BRVO (Branch Retinal Vein Occlusion). Jika terjadi penyumbatan pada pembulu darah vena, maka retina akan berwarna merah. Hal ini karena pendarahan akibat pecahnya pembulu darah yang tidak dapat menahan tekanan aliran darah yang tersumbat tersebut. Pada khasus ini, pandangan penderita dapat kabur atau pengelihatan terasa tidak enak.

PENGELIHATAN HILANG TIMBUL
Khasus stroke mata umumnya terjadi pada pembulu darah vena. Terdapat dua sifat, yaitu ischemic dan non-ischemic merupakan kondisi dimana retina kekurangan oksigen. Stroke mata pada pembulu darah vena yang ischemic jika di biarkan, sebagian besar akan menuju ke  glukomanuvaskular terang Referano. Namun untuk yang non-ischemic sepuluh persennya bisa sembuh total.

Sedangkan penyumbatan pada pembulu darah arteri memiliki risiko palin fatal yaitu kebutaan permanen. Penyumbatan pada arteri di tandai dengan penurunan ketajaman pengelihatan secara mendadak, warna retina menjadi pucat karena kurang mendapat aliran darah.

Penyumbatan arteri retina terdiri atas arteri retina pusat atau CRAO (Central Retinal Arteri Occlusion) dan arteri retina cabang atau BRAO (Branch Retinal Arteri Occlusion). Gejalanya penderita bisa mendadak kehilangan pengelihatan atau pandangan gelap. Yang paling fatal adalah CRAO karena butuh penanganan segera dalam waktu 24 jam, tuturnya. Lebih lanjut Referano mengatakan bahwa untuk khasus CRAO jumblahnya relatif kecil yaitu satu berbandaing 10.000 khasus.

Pada umumnya, stroke mata tidak di sertai gejala awal. Pengelihatan bisa tiba-tiba gelap atau di sertai mata merah dan nyeri. Namun ada pula yang mengalami pengelihatan yang hilang timbul. Oleh karena itu jika pengelihatan mendadak hilang dan tak lama kemudian mapu melihat kembali, sebaiknya segera memeriksakan diri. Bila di biarkan, kerusakan  pada retina dapat semakin meluas yang berakibat pada penurunan ketajaman pengelihatan hingga buta.

Peningkatan tekanan bola mata. Bila tidak segera di atasi gangguan ini bisa menimbulkan kebutaan. Kondisi seperti itu merupakan gejala penyumbatan yang terjadi pada pembulu karotis, yaitu pembulu penghubung  antara jantung dan mata. Untuk khasus ini dampaknya bisa sangat fatal. Setidaknya 40 persen penderita akhirnya meninggal dunia.

BISA MENYERANG USIA MUDA
Stroke mata bisa menyerang usia muda atau produktif.Berdasarkan pengamatan dari pasien yang di terima JEC diketahui, jumblah penderita semakin meningkat dengan rentan usia yang lebih muda. Stroke mata pad usia muda biasanya di sebabkan oleh infeksi yang menyebabkan gangguan aliran darah dan kelainan-kelainan tertentu.

Gaya hidup tidak sehat di tengarai menjadi penyebab penyumbatan pembuluh darah. Maka, agar terhindar dari penyakit ini harus di kenal dulu faktor risikonya. Untuk mencegahnya, yang paling awal adalah mengenal faktor risikonya.

Faktor risiko ini antara lain adalah hipertensi, diabetes, kolestrol tinggi, gangguan jantung dan kekakuan pembuluh darah. Penyakit-penyakit tersebut bersifat merysak pembuluh darah hingga mudah tersumbat dan pecah. Selain itu juga dapat di sebabkan oleh kontrasepsi hormonal dan rokok.

Stroke mata bisa menjadi gejala awal stroke otak. Bila faktor-faktor risiko tidak segera di atasi, dapat terjadi penyumbatan di bagian lain, misalnya jantung dan otak.

Jika penyumbatan di ketahui secara dini dan belum menyebabkan kebutaan, maka penanganan masih bisa di atasi dengan baik. Sumbatan bisa di buka dengan laser sehingga aliran darah bisa kembali lancer. Penderita kemudian bisa melihat kembali meskipun tidak seratus persen.

LAKUKAN GAYA HIDUP SEHAT
Gaya hidup sehat menjadi kunci utama mencegah terjadinya stroke mata. Biasakan mengatur pola makan dan istirahat, rutin berolahraga dan menghindari kebiasaan merokok.

Rokok mengandung zat yang bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, biasanya terjadi pada perokok berat. Nikotin dari rokok akan masuk kedalam pembuluh darah, dan makin lama akan terus menumpuk sehingga menimbulkan sumbatan di berbagai organ tubuh, termasuk mata.

Hindari pula makanan yang mengandung banyak kolestrol, seperti goreng-gorengan, jeroan, daging kambing dan fast food. Imbangi juga dengan olahraga secara rutin, minimal dua kali dalam seminggu. Bila memiliki penyakit tertentu yang menimbulkan pengentalan darah, selalu rutin memeriksakan diri dan mematuhi aturan pengobatan.

Faktor risiko tersebut harus dapat di kendalikan dengan baik agar penyumbatan tidak kambuh. Bagi yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi di anjurkan membatasi pemakaian garam. Sedangkan untuk penderita diabetes atau kencing manis, disarankan menghindari makan manis dan selalu mengecek tekanan dan gula darah.







                                                  =SEKIAN DAN TERIMAKASIH=

0 komentar:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung di blog ini,berkomentarlah dengan sopan.