
Menurutnya, Negara Negara di dunia tak terkecuali Indonesia menghadapi
tantangan baru terorisme yang memanfaatkan
teknologi informasi itu yang di salah gunakan kelompok kecil tersebut.
Ia menyebutkan, dunia maya di gunakan sebagai sarana propaganda, rekrutmen dan
pembinaan jaringan melalui jaringan internet.
Laman yang di miliki kelompok teroris, katanya, dari tahun
ketahun juga meningkat yang saat ini sudah mencapai lebih dari 9.800 laman.
Penyebaran paham tersebut, katanya, juga semakin bertambah mulai dari pembuatan
laman. Forum diskusi atau chatroom hingga menggunakan media social seperti
situs bebagi video gratisan seperti youtube, situs jejaring sosial pertemanan
facebook, twitter dan media sosial lainya.

Angka yang besar tersebut menjadi sangat rentan akan
pengaruh paham radikal dan terorisme melalui dunia maya, katanya.
Sementara itu, pengguna internet sebagian besar merupakan
generasi muda berusia produktif yang juga rentan di pengaruhi konten negatif dari
situs situs yang tidak jelas itu. Makanya kami melakukan pencegahan ini dengan
mengajak masyarakat umum dan generasi muda untuk bersama menyemarakan dunia
maya ini dengan penuh kedamaian, ucapnya.
=SEKIAN DAN TERIMAKASIH=
waduh
ReplyDeletewaahh
ReplyDelete