Saturday, November 21, 2015

Filled Under: , ,

CARA MENGAJAR EMOSI ANAK LEWAT EMPATI



Mengenalkan berbagai jenis perasaan sejak
Dini membuat anak tumbuh menjadi sosok yang
Pintar mengelola emosi.

Memupuk rasa emati pada anak, tak kalah penting dibanding mengasah kemampuan akademis. Pasalnya, kemampuan anak mengelola emosi dan membina hubungan dengan lingkungan di sekitarnya sangat di pengaruhi oleh pendidikan empati yang di tanamkan secara imformal padanya.

Kemampuan kognitif untuk memahami konsep empati, sebenarnya baru di pahami  saat anak berusia sekitar 8 atau 9 tahun. Akan tetapi, Anak usia 5 tahun pun bisa berempati dan menghormati orang lain, asalka mereka terbiasa dan dibiasakan hidup di lingkungan yang menonjolkan hal hal positif dan kejujuran. Lantas, apa yang bisa anda lakukan sebagai orang tua untuk mengasah kemampuan empati pada anak.

MELATIH ANAK

Kenali Emosi
Anak anak akan mampu memahami dan mengelola emoasi dengan lebih baik jika mereka dapat mengenali dan memahami setiap perasaan yang mereka rasakan.

Jadi, cobalah sesering mungkin menyabut atau memberi nama kebiasaan dan prilaku  yang di tunjukan seseorang. Misalnya, ketika si kecil memperhatikan temanya yang tengah sendirian, katakana, cobah, deh, adik ajak bicara anak laki laki yang sedang sendirian itu. Dia pasti sangat kesepian.

Denagn cara ini, anak akan tau bahwa anda tengah mengamati tingkah lakunya. Ia pun belajar untuk menghargai respon yang di berikan terhadap orang lain.

Tentu mereka juga perlu memahami perasaan negative. Jadi, jangan kawatir mengenalkan pada emosi emosi negative sejak mereka berusia 5 tahun. Contoh, saat melihat anak jalan, jangan ragu mengenalkan anak pada kondisi  yang dijalani anak jalanan tersebut. Tuh, kasian kakanya tinggal sendirian dan sulit mendapat makan, kamu mau berbagi, kita kasih rotimu pada kakak yang membawa gitar itu.

Bermain Ekspresi
Pada anak balita, mengenali perasaannya dapat di lakukan dengan permainan. Tempelkan gambar seseorang dengan emosi emosi dasar, seperti sedih, gembira, terkejut, marah, dan lain lain. Tempekan gambar gambar tersebut di kulkas atau papan tulis. Secara bertahap, tambahkan emosi lain agar kompleks, semisal, frustasi, nervous, dan cemburu. Bicarakan emosi emosi tadi dengan anak dan diskusikan apakah mereka pernah mengalaminya, kapan mengalaminya dan seterusnya.

Beri Pujian
Ketika buah hati sudah melakukan kebaikan, beri ia pujian dan sampaikan dengan jelas hal positif apa yang sudah ia lakukan, wah, kamu baik sekali, mau berbagi kue dengan tami. Ibu lihat tami tersenyum dan sangat bahagia karena mendapat kue dari kamu. Anak akan melihat dan merasakan apa yang terjadi pada orang orang dilingkunganya.

Dorong Anak
Anak akan tau anda peduli dengan perasaanya ketika anda mendengarkan apa yang dia sampaikan dengan seksama. Jika anak bercerita tentang kemarahan dengarkan seluruh tuturnya sebelum anda mengeluarkan pendapat.

Sementara ketika buah hati mengungkapkan kemarahanya, beri penekan pada apa yang ia katakana, misalnya, Oh, jadi adik sekarang sedang kesal, ya. Ini akan membuat anak tau bahwa anda mendengar dan memahami ceritanya. Sehingga ia memiliki keberanian untuk lanjut bercerita.

Berbagi Perasaan
Selain mengajarkan anak berbagai perasaan dengan anda, mulai juga membagi apa yang anda rasakan denganya. Misalnya, sampaikan bahwa anda merasa kesal karena si kecil teriak teriak saat tak di izinkan bemain di luar karena sedang hujan. Selain itu, mulai juga mengajarkan untuk berbagi perasaan anda denganya, diluar yang berkaitan dengan prilaku anak.

Misalnya, tante mary membuat ibu kesal hari ini, sama seperti ketika adik marah pada kakak. Tapi ibu dan tante mary tetap berteman baik, kok. Ungkapan demikian membuat anak belajar bahwa orang dewasa pun memiliki perasaan dan emosi seperti dirinya.. Ia akan paham dengan hal tersebut merupakan bagian dari hidup yang wajar terjadi. Saat beranjak besar, ia pun belajar dari khasus anda dan memiliki alternative untuk mengatasinya.

ANAK ANAK

Mengamati Prilaku
Ajarkan anak untuk mengamati  perbuatan baik seseorang. Anda bisa katakana, betapa baiknya ibu guru baru kamu itu, dia membantu kamu  hingga berani bermain ayunan. Dengan menunjukan  prilaku positif orang lain. Anda mendorong anak untuk memahami bahwa tindakan seseorang bisa  member kesan dan mempengaruhinya secara emosional. Pada contoh ibu guru baru, anak akan terdorong untuk melakukan hal baik serupa pada orang lain.

Anda juga bisa menunjukan contoh contoh dari buku, buku kisah atau dongeng bisa membantu mengesplorasi emosi. Tnyakan pada buah hati anda, apa yang ia rasakan bila menjadi salah satu tokohdi buku dongeng tersebut. Katakan juga apa yang anda rasakan seandaianya anda yang menjadi tokoh itu.

Ajarkan Kesopanan
Berprilaku baik di depan anak merupakan cara yang paling tepat untuk menunjukan perasaan dan menghormati orang lain. Kata kata seperti, terimakasih dan maaf merupakan ungkapah yang bisa di ajarkan untuk menunjukan perasaan. Jelaskan bahwa anda lebih suka berbagi kue ketika dia meminta dengan sopan, dan sebaliknya. Anda tidak suka ketika dia meminta dengan cara memaksa.

Namun, cara belajar efektif adalah dengan memberi contoh. Misalnya,  katakana terimakasi pada anak atau orang lain setiap kali mereka berbuat baik pada anda, atau sampaikan tolong ketika anda hendak meminta sesuatu dari orang lain. Anak akan belajar ketika kata kata tersebut merupakan bagian dari komunikasi yang normal di rumah maupun di muka umum. Lebih lanjut, ia akan terbiasa melakukanya.

Hindari Marah
Mengasuh dan membesarkan anak adalah ajang melatih kesabaran yang paling faktual bagi orang. Meski anda kesal ketika anak tidak mengindahkan perintah atau larangan, usahakan jangan menggunakan amarah sebagai cara untuk mengelola prilakunya. Ketika anda mengatakan, ibu sangat marah kepada kamu, anak akan menutup mulut dan beringsut pergi.

Memberi pengajaran dengan contoh tentu lebih efektif, meskipun anak juga tetap harus tau bahwa anda kecewa terhadap tindakanya. Jadi, alih alih melepas amarah. Lebih baik  tenangkan diri dan katakana dengan tegas, ibu tau adi menginginkan permen itu, tapi ibu kesal karena kamu tidak mendengarkan kata ibu.

Kehidupan Sosial
Sesekali,tanyakan pendapan si kecil tentang orang orang yang ia temui sehari hari, baik di rumah maupun di sekolah. Ini untuk mengetahui seberapa jauh dan bagaimana interaksi dengan  orang orang di sekeliling, sekaligus menekankan pentingnya hubungan social bagi kehidupan seseorang.

Pertanyaan pertanyaan yang bisa anda ajukan. Misalnya, tadi adik di sekolah bermain sama siapa? Main apa saja? Atau, apa yang adik lakukan di kelas bersama teman teman tadi? Lnjutkan dengan diskusi tentang bagaimana anak bersikap terhadap teman atau orang orang di sekitarnya dengan cara yang baik dan menghormati.

                                                           



                                                 =SEKIAN DAN TERIMAKASIH=





0 komentar:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung di blog ini,berkomentarlah dengan sopan.